Blog EntryYang Punah - The Existence of...Feb 25, '08 11:18 PM
for everyone

Kalau jaman dulu tahun 80an, belum banyak yang namanya channel TV, hiburan lain yang didapat adalah dari radio. Sekarang orang denger radio buat dengerin lagu, kirim salam, selain denger berita, itu jelas, meskipun jaman dulu juga sudah begitu. Hanya saja, sepertinya ada yang hilang.....

Dulu waktu SD, setiap saya pulang sekolah sambil makan siang saya langsung puter radio dan cari yang namanya Sandiwara Radio. Atau sambil makan malam, saya puter radio cari yang namanya Sandiwara Radio.... seru seru sih masih ingat beberapa.

Tutur Tinular

Mantili, Lasmini, Aria Kamandanu, dll! ini favorit sekali. Sampai sekarang my vivid imagination about the story is still clear. Imaginasi berkembang! tahu dong yang namanya radio kita hanya bisa bayangin aja, dan it was a lot of fun!. Gimana mantili beraksi, gimana Lasmini berpakaian dan sebagainya. Meski sebenernya nggak ingat juga gimana terusannya atau akhirnya.

Mak Lampir

Favorit juga nih, nggak terlalu banyak yang bisa diingat dari sandiwara ini. Tapi seru banget, dulu waktu kecil habis pulang sekolah cuma pake kaos dalam dan celana pendek sambil makan siang dengerin ini sandiwara radio. Ketawanya mak Lampir! rambutnya! tongkatnya semua jelas dalam imajinasi saya. Pernah dulu waktu mati lampu, denger sandiwara ini pake radio yang pakai baterai! pas mak lampir ketawa, kita pada pegang bantal dan saling ngeruntel ( deket2).

Srintil

Nggak ingat apa ini nama orang (tapi sepertinya sih iya) lokasi atau apa. Yang jelas ini sandiwara radio Horror! serem saya masih ingat tuh ceritanya. Apalagi ada background musik seremnya, didengerin malem2 jadi tambah berasa! Saya masih TK waktu itu... ada penggalan kata yang masih saya ingat , kira-kira begini ....

"Rumahnya gelap, ada sumur depan rumah... kemudian Srintil mengendap.. pelan-pelam dan tiba-tiba Srintil merasa ada yang mengikutinya dari belakang tiba-tiba..."

Nah sekarang beda! anak sekolah pulang kerumah main games, les, liat TV sampe sore. Sandiwara radio sekarng sudah punah, meski nggak totaly gone. Beberapa hari yang lalu, saya denger sandiwara radio tentang family affair, tapi once again tidak menarik seperti dulu. Yang jelas Sandiwara radio nggak memancarkan pesonanya lagi. Pesonanya sudah terkalahkan dengan sandiwara televisi yang lebih visual, nggak usah berimajinasi tentang bagaimana cerita / scene ceritanya.

Lu2Ar

For my contacts who speak English

Radio series were quite popular around 80s. At that time, TV channels here  were only few; not so interesting ones. When I was in elementary, I often turned on the radio just to follow some radio series ( Tutur Tinular, Mak Lampir and Srintil) I think I still had some more, but I just don'r remember what they were.

Now everything is of course different; coming home from school, children take lessons, watch TV, or play video games sometimes until late in the afternoon. Slowly but surely, radio series become rare. No one wants to listen to them even if  there is any on the radio. Radio series become less interesting than TV series. This is something obvious; watching TV series you don't even need to imagine how the scene is, yet radio series your imagination works. Anyhow, I don't know about these radio series abroad.


17 Comments
3astwest wrote on Feb 25
iya mba, anakku juga mainnya komputer/video game gitu....tapi kita batasin sih...kadang sekeluarga main monopoli :)
arlinidewi wrote on Feb 25
srintil tu yang mana ya mbak??? ra ngerti....
luluone wrote on Feb 26
main monopoli sambil dengerin radio ya :P
luluone wrote on Feb 26
yg mana ya? pokoknya horor deh kali bukan srintil judulnya cuma kali ityu nama lakon lupa aku
anieemprit wrote on Feb 26
iiya tu seingat semenjak berunculan tv2 swasta di indo yg kemudian bikin seolah sandiwara radio tersisihkan dan perlahan2 tergusur dan menghilang,hihihiihi.. ngomongin lasmini,jadi inget lasmini temen saya( nama julukan karna doi demen pake baju merah nan sexy..) begitu kuatnya imaginasi kita tentang tokoh sandiwara radio itu sampai2 dibawa2 dalam kehidupan sehari-hari..,
luluone wrote on Feb 26
betul sekali mbak! lasmini identik seksi hehehe
sundarimichael wrote on Feb 26, edited on Feb 26
hmmmm sandiwara radio itu kayaknya semacam audio book. aku dulu suka serial 'ibuku malang ibuku tersayang' :)))
menurutku kita dengerin waktu itu karena nggak ada pilihan lain deh.
tapi kan ga semua anak2 di rumahnya akan main games lho. para orang tua juga punya kepedulian dan ketakutan akan hal itu deh. yang banyak sih, orang tua ngirim anak2 untuk les macam2 :)))
luluone wrote on Feb 27
oh iya ingat itu juga
iay betul aku juga nggak judge semua main games, nggak lah, cuma 98 % pada maen video games terus les macem2
sunflower20 wrote on Feb 27
aku inget tuh tutur tinular...sering nonton sekeluarga waktu masih kecil di bioskop habis itu makan seafood...hehehe.
lilienis wrote on Feb 27
wah...li suka banget tuuh ma tutur tinular...walao dah banyak lupa...
luluone wrote on Feb 27
Ve
Nah iya betul sekarang kali yg disuka pendekar dari negara sebarang ya

lili
Iya aku juga kadang kebalik ama cerita Brahma Kumbara,
craftyku wrote on Feb 27
duh inget dulu rebutan radio ama adik gw krn pengen dengerin serial drama kumbara qiqiqiiqiqi
luluone wrote on Feb 28
hehe asyik ya rebutan!!:P seru maksudnya
wylieas wrote on Sep 4
Mbak Lulu, thn 2007 yg lalu ada sandiwara radio terbaru karya Bp. S.Tidjab judulnya: "Pelangi di Atas Glagah Wangi", bercerita ttg runtuhnya kerajaan Majapahit dan berdirinya Demak Bintoro, di bawah pimpinan Raden Patah. Sandiwara radio ini didukung oleh pemain2 senior seperti : Ferry Fadly, Ivonne Rose, Wied Hendra, Nenny Haryoko, Asdi Suhastra, dll... Oya novel sandiwara radio ini jg udh terbit di toko2 buku, setdknya novel ini bisa mengobati kerinduan kita akan masa2 kejayaan sandiwara radio.
luluone wrote on Sep 4
wylieas said
Mbak Lulu, thn 2007 yg lalu ada sandiwara radio terbaru karya Bp. S.Tidjab judulnya: "Pelangi di Atas Glagah Wangi", bercerita ttg runtuhnya kerajaan Majapahit dan berdirinya Demak Bintoro, di bawah pimpinan Raden Patah. Sandiwara radio ini didukung oleh pemain2 senior seperti : Ferry Fadly, Ivonne Rose, Wied Hendra, Nenny Haryoko, Asdi Suhastra, dll... Oya novel sandiwara radio ini jg udh terbit di toko2 buku, setdknya novel ini bisa mengobati kerinduan kita akan masa2 kejayaan sandiwara radio.
oh ya! waaah saya benar2 ketinggalan.. menarik sekali ya. tapi di radio apa? menarik tuh
wylieas wrote on Sep 5, edited on Sep 5
Sandiwara radio tsb sudah habis masa siarnya mbak... yg saya tahu disiarkan di radio Utankayu FM 89,2 setiap hari Senin s.d Jumat jam 18.30. Tp klo mbak baca novelnya, cerita novelnya sama persis dgn versi sandiwara radionya koq... :)

Oya Mbak Lulu sbg info tambahan, sandiwara radio SAUR SEPUH akan segera disiarkan ulang dgn pemain2 yg sama: Ferry Fadly, Elly Ermawati, Ivonne Rose... dan saat ini proses rekaman udh sampai seri ke-55 (informasi ini saya peroleh langsung dr Bp.Asdi Suhastra, selaku pembawa cerita). Mudah2an proses rekamannya lancar terus ya mbak...

Oya, saya punya file poster sandiwara radio Pelangi di Atas Glagah Wangi format jpeg.
luluone wrote on Sep 5
oh ya? menarik sekali ya Pak... saya ketinggalan berita kalu begitu.. di radio apa ya?
saya suka sekali saur sepuh
terima kasih infonya ya
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help