Sebenarnya masih dalam rangka "Semedi" tapi saya gatal pengen nulis sebagai bukti masih hidupnya pemikiran dan ide-ide yang terangkum dalam kata-kata dan kalimat. Kali ini saya ingin menulis cerita pendek... enjoy!
Pagi itu, pantai terasa sepi hanya sepoian angin saja yang terdengar. Sebenarnya, cuaca tidak mendung, cerah malah. Sinarnya hangat dan memberi siluet yang indah pada pasir putih yang dihiasi dengan pohon kelapa. Mungkin karena pagi itu adalah hari pertama libur Idul Fitri. Pantai Bali yang selalu rame, pagi itu tidak. "Ah mungkin sorean, aku bisa lihat banyak orang dipantai ini." Air Bening, pergi meninggalkan pantai yang memiliki kesan itu, setidaknya di kehidupannya. Air Bening melangkahkan kakinya menuju kepondok kecilnya di daerah Kuta. Rambut hitam legam, ciri khas Asia, dibiarkan saja tergerai tersapu angin pagi.
Hari beranjak sore, tak terasa. "Ah, mungkin aku bawa saja "pacar"ku sore ini. Mungkin ada objects menarik untuk dibawa pulang sore ini." Sambil membetulkan kain Bali yang melingkar di pinggangnya, Air Bening merengkuh "pacar"nya, sebuah kamera tele gelap hitam pekat bermerek terkenal. Mata Air Bening berbinar-binar, sama seperti beningnya air. Lalu lalang orang yang kebanyakan para turis asing terkadang menjadi objects "pacar"nya. Benar! pantai ramai dengan para turis asing dan domestic. Tepat di depannya, seorang turis sedang asyik menikmati pijat bali, disebelah kirinya sebuah keluarga yang sepertinya dari Jawa terbuai dengan angin semilir sore dibawah pohon kelapa yang rindang. Beberapa meter didepanya, banyak turis asing menenggelamkan diri berselancar ria, menyatu dengan alam Bali. "Dimana aku akan duduk ya?" Air Bening berkata dalam hatinya, sembari mencari-cari tempat yang nyaman bersama "pacar" gelapnya. Sebuah lokasi yang rindang, Air Bening duduk dengan kacamata hitam diatas kepalanya. "Ah, itu dia! si anak kecil yang tempo hari menawarkan minuman padaku." - JEPRET satu snapshot indah tercipta seiring dengan senyum cantik dibibirnya. "Hmmm, kemarin, ada dua pasang turis berjemur didepanku, sayang "pacar"ku tak ikut. Munculkah mereka sore ini?" Beberapa saat, dua turis asing duduk tak jauh dari tempatnya; yang wanita berbadan seperti gitar cantik, dan yang pria berbadan kekar. "Hmm perfect!" JEPRET, "Akhirnya!!" Kata AIr Bening. JEPRET JEPRET JEPRET. Seakan sore itu, Air Bening bakal pulang membawa banyak objects.
"Ah mungkin cukup sore ini." Air Bening beranjak dari duduknya sembari membersihkan pasir-pasir putih yang melengkat di kain Balinya. Dia susuri sepanjang pantai yang ramai sore itu "Arti Cinta yang sesungguhnya, tak kan ada tanpa dirimu..." sebuah theme song hdupnya sore itu, dinyanyikan Air Bening lirih. "Opps!!" Kakinya terantuk sebuah botol kaca, sepintas botol itu nampak seperti botol biasa, tetapi botol itu cantik, ada inisial "R" dipermukaanya, dan seperti tidak sengaja dibuang, tetapi diletakkan disana. Ia rengkuh botol itu dan mengamati dengan mata beningnya. "Ah, hari gini ada message in the bottle?" Air Bening mencoba berhayal. JEPRET! sebuah snapshot elegant tercipta. "Botol? orang sekarang ya, buang sampah sekenanya!kualat, tapi lumayan, botol ini bagus juga." Air Bening mencari tempat dimana dia bisa duduk dan mencoba berharap khayalannya menjadi nyata. "Message???" sebuah lintingan kertas terjatuh dari botol, kertasnya merah tulisannya hitam, sepertinya sengaja ditulis dengan rapi dan oleh orang yang berpendidikan. "Perfect Handwriting" JEPRET, lagi "pacar"nya berulah. "Makasih Schatz" ucap Sang Air Bening, dara cantik.
"Whoever you are who reads this; you are my only star! if you read this......" Saat membaca line ini Air Bening bertutur "Yeah right!" kemudian melanjutkan "...save it and if you are my destiny then you will find my second letter, somewhere soon." 
"That's it?" Air Bening tersenyum simpul membaca pesan singkat itu. "Hmm dunia ini panggung sandiwara. Ada saja orang berhayal." JEPRET; "Nanti akan aku kasih judul - Air Bening with silly message- pasti menarik tuh." Air Bening beranjak, membawa botol dan lintingan kertas merah itu.
Next :
1. Akan diapakan kertas merah itu?
2. Akankah Air Bening mencari message kedua?
Ini cuma hayalan saya, terlepas dari kehidupan saya.
Lu2Ar