TULUS? apa itu? makanan kah ? dari kamus yang saya dapat TULUS adalah berasal dari hati, bebas dari kepura-puraan atau kecurangan. Sekali lagi tulisan dibawah, hanya sekedar pemikiran saya yg bisa saja salah menurut Anda.Saya hanya ingin berekspresi sebagai penghargaan terhadap segala peristiwa, sebagai upaya menyelamatkan kata-kata saya yang terpendam dan menjadi "hancur" karena keterbatasan ruang berekspresi.
Apa yang terjadi jika Anda benar-benar tulus mencintai seseorang?
Apa yang terjadi jika Anda benar-benar bekerja setulus hati?
Apa yang terjadi pada Anda jika apapun yang Anda lakukan / siapapun yang Anda ajak berinteraksi Anda lakukan dengan tulus, tanpa kepura-puraan dan maksud lain?
Jika Anda tulus apakah berarti Anda tidak boleh punya maksud lain ( yg baik, yang tidak sepihak, baik bagi dia dan kita, bagi pekerjaan yag kita lakukan dan bagi kita?) bukankah semua yang kita lakukan selalu ada maksud?entah buruk atau baik itu urusan ANda, karena saya membahas TULUS tentu maksud baik.
JIka TULUS itu berarti tidak mengharap apa-apa? lantas buat apa kita berbuat demikian? dengan TULUS Anda mungkin mengharapkan Anda jadi lebih baik, bukankah itu juga sebuah harapan? dengan TULUS mungkin ANda mengharapkan teman / kolega yang mau bekerja sama dengan Anda, harapan juga kan?
Dari setiap aksi selalu ada reaksi! itu ilmiah!! lalu sebuah AKSI yang namanya TULUS, apakah REAKSI-nya?
Ada dua REAKSI yang mungkin bisa muncul dilihat dari sudut pandang saya orang awam dalam hal ini yang mungkin , mungkin sedikit saja dari ciri2 kepribadian seseorang, tapi selebihnya hanya berdasarkan pengalaman dan hati nurani saya saja.
Reaksi Pertama :
Anda akan menuai bunga, menuai cinta, menuai kenaikan gaji, posisi dll. Sebuah harapan baik dari ketulusan yang akhirnya bisa didapat, dan Anda akan bicara "Itulah hasilnya jika Anda tulus."
Reaksi Kedua:
Anda akan menuai tikaman, celaan, hinaan, dll. Sesuatu yang tidak ada harapkan dari ketulusan yang Anda lakukan, dan Anda akan bicara "Kenapa?? apa yang salah?? aku sudah tulus?" dan Anda mulai menghakimi diri sendiri.
- secara kiasan = cairan apa yang sudah saya masukan ke dalam AKSI saya sehingga REAKSI-nya tidak sesuai dengan yang diharapkan?
Tanggapan akan REAKSI yang GAGAL bisa bermacam-macam, dan saya memandang dari sudut pandang kepribadian seseorang yang jelas-jelas ada empat ; Sanguine, Choleric, Melancholic, dan Phlegmatic. ( posting saya dirangkum dari sebuah buku Personality Plus for Parents : sayangnya saya belum merangkum Choleric dan Phlegmatic. http://lu2ari.bravejournal.com/archive/08/23/2006 Ada yang bilang begini :
"Ah cuek aja." "Ah, nggak usah dipikiran, enjoy aja." "Aduh kenapa ya? kok jadi begini?" "Apa salah saya ya?" "Take it easy." dll.
1. Sanguine
Ketika sang Sanguine telah dengan TULUS melakukan sesuatu, dan GAGAL. Reaksinya nmungkin dia akan berkata " Seharusnya tidak GAGAL, saya kan sudah pasti memasukan "cairan" yang benar, pasti ada yang salah dengan tabungnya ( teman, cinta, pekerjaan, dll saya ibaratkan- sebuah media "Experiment" tabung dan cairan kimia.)
Positive-nya - Sang Sanguine yakin kegagalan bukan darinya, karena dia sudah berusaha dan mempertimbangkan. Sehingga dia punya Percaya Diri
Negative-nya - Terkadang Sang Sanguine bisa jadi tidak bisa menganalisa kesalahannya karena tidak berfokus pada dirinya.
2. Choleric
Sang Choleric mungkin akan bereaksi diam atau dia akan bilang "Aku nggak mau TULUS lagi." intinya dia "trauma" dan patah semangat karena REAKSI dari AKSInya tidak membuahkan hasil.
Positive-nya : Aksi Diam kadang lebih baik karena Sang Choleric bisa evaluasi diri.
Negative-nya : Patah semangat bisa merubah Sang Choleric menjadi orang yang kaku dan tidak mau lagi mencoba. Artinya Kreativitas bisa Vacuum
3. Melancholic
San Melow mungkin akan bereaksi "Kenapa ya?? aku salah apa? aku sudah TULUS?" intinya dia akan menghakimi diri sendiri, merasa dia sendiri dan kemudian dia jadi down.
Positive-nya : Sang Melow, bisa menganalisa kesalahannya karena dia berfokus pada diri sendiri.
Negative-nya : Aksi "down", "stress" dan menghakimi diri sendiri bisa menjadi boomerang baginya.
4. Phelgmatic
Sang "Santai" si phlegmatic mungkin akan bereaksi " hmm, sante aja. Besok dicoba lagi." Intinya dia cuek karena dia menganggap dia bisa mencoba dan coba lagi.
Positive : Aksi santainya bisa membuat Sang Phlegmatic jauh dari stress, sehingga semua tampak "baik-baik saja" seakan tak ada hal yag "genting"
Negative : Aksi santainya bisa membuat dia tidak peka.
Jadi GAGAL adalah sebuah REAKSI yang harus diterima dari AKSI yang namanya TULUS. Anda sang experiment AKSI harus menerimanya sebagai UJIAN. UJIAN untuk menjadi lebih bijaksana, UJIAN yang terus akan Anda jalani selama Anda masih bernafas, UJIAN sulit yang artinya Anda harus siap GAGAL, siap KECEWA, siap DIHINA, siap DICELA, dll. Tetapi semua adalah sebuah UJIAN berharga yang bisa merubah Anda menjadi manusia yang"seutuh"nya yaitu manusia yang tidak cuek akan dirinya sendiri dan orang sekitar atau masalah yang dihadapi sehingga dia bisa belajar, manusia yang bisa menganalisa kesalahannya dan bukan hanya pada orang lain, manusia yang mengandalkan lebih kepada logika daripada perasaan pada saat-saat tertentu, manusia yang bisa mengambil tindakan tegas dan tangkas jika gejala REAKSI yang Namanya GAGAL muncul sehingga bisa mencegah GAGAL itu semburat keluar "membunuh" kreativitas Anda.
Intinya GAGAL adalah RESIKO / REAKSI dan UJIAN dari sebuah AKSI yang namanya TULUS dan Anda harus menyikapinya dengan menggabungkan keempat kepribadian jadi satu. Intinya lagi jangan pernah berhenti mencari TULUS, jangan pernah berhenti "menikah" dengan yang namanya TULUS meski Anda akan menuai banyak KeGAGALan. Mungkin kata-kata saya diinspirasi oleh seorang novelist Inggris - John Creasey yang TULUS menulis naskah novelnya yang menerima 753 surat penolakan ( 753 kali kegagalan) sebelum menerbitkan 564 buku (buah dari ketulusan). Thomas Alva Edison yang mendapat REAKSI - GAGAL 1000 kali sebelum akhirnya milyaran orang benar-benar Berhura-hura menikmati hasil keTULUSannya. Sama dengan berteman, TULUS lah, meski Anda GAGAL belasan kali menemukan sahabat sejati. TULUS-lah mencintai meski Anda GAGAL berkali-kali menemukan cinta sejati. TULUS-lah dalam segala hal, meski Anda GAGAL berkali-kali. Pada saatnya nanti ke TULUSan akan berbuah MANIS meski buah itu baru akan Anda nikmati berpuluh-puluh tahun kemudian.Ya ini sih sekedar analisa saya, pengalaman saya, pengalaman orang-orang yang menjadi sumber inspirasi saya orang awam.
A simplification might be that a Choleric likes it "my way", a Melancholy likes it "the right way", a Sangine likes it "the fun way", and a Phlegmatic likes it "any way
Happy Sunday All, sekalian mohon pamit tidak mengeMP for sometimes, tap insya Allah tetap bisa kunjung "rumah" teman-teman. See you
PS: sebenarnya tulisan saya ini diinspirasi dari "teman" "sinting" saya yg berhasil "merecoki" pikiran saya, yang berhasil "memasukan" "cairan" kimia yang "meledakkan" "tabung" saya, yang saya tulis di "Curhat Pertama Saya" dan berujung ke "Mohon Maaf". Waktu itu karena EGO dan EMOSI saya GAGAL mempertahankan dinding KeTULUSANan saya. Kini saya kembali kepada keTULUSan itu, Insya Allah.
Lu2Ar
Related Links :
Sanguine : http://lu2ari.bravejournal.com/archive/08/15/2006
Melancholic : http://lu2ari.bravejournal.com/archive/08/23/2006
http://en.wikipedia.org/wiki/Personality_Plus
http://armchair_academic.homestead.com/PersonalityComp.html
For my friends who speak English; check my diary online on bravenet soon ( just in case you are interested.)