What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag nasionalisme
"Sudah kau tonton kah film ini?", " Suka kah kau?" ( menirukan "accent" Papua yang unik meski tidak yakin juga "accent" papua saya mirip ama orang Papua.) "Ada yang dari Papua kah?" ( -sepertinya orang Papua menggunakan akhiran -kah seringkali) Nah Film ini bisa saya bilang film yang bisa membuat saya duduk didepan TV dan menyaksikannya sampai habis. Sebuah tekad seorang Denias, anak Papua yang hidup di daerah terpencil di Papua yang ingin sekali bersekolah dan mengejar harapannya. Terkesan "idealis"? well, tidak juga menurut saya. Cerita yang diangkat dari kisah nyata dari seorang Papua yang kini berhasil disekolahkan ke luar negeri oleh PT Free port. Film yang menggelitik dan menyentuh hati saya. Film yang mendeskripsikan kehidupan di Papua terlebih di daerah terpencil. Film ini juga semakin hidup karena mengambil "settings" di daerah cantik yang tak terjamah peradaban dunia, didaerah Papua. Plus, sang tokoh Denias yang diperankan Albert F seorang mantan juara singing contest cilik tahun 2003 silam, yangkini sudah beranjak dewasa, menyumbangkan suara anak pulaunya yang benar2 emas. I think this is the kind of movie that's worth watching; selain buat hiburan, juga memperkenalkan budaya Indonesia yang beraneka ragam ( Indonesia bukan hanya Jawa kan?) ya semoga ini mengurangi gerakan separatis lah setidaknya. Anyway, the movie is just great
Meanwhile let me sing the theme song for today " I remember all the things we shared, I remember all the laughter we shared, all the stories.." by Mocca ( Indonesian Band)
Tanggal 10 November hari Pahlawan!! Tanggal 10 November hari Pahlawan!!
Murid saya bertanya apa pentingnya belajar sejarah - nggak penting sepertinya ( saya bukan guru sejarah sebenarnya agak geram juga)
Kemudia saya jawab " Dengan sejarah kamu akan memiliki sense of belonging akan merasa memiliki Indonesia dan merasa terpanggil untuk menyelamatkan Indonesia ( misal menyelamatkan nama Indonesia ). Dengan belajar sejarah, kamu akan merasa menjadi bagian dari warga negara dan dengan sejarah, kamu bisa belajar untuk menjadi yang lebih baik."
Pernah lagi saya bertanya tentang apa yang akan mereka lakukan di Hari Kartini, jawabnya "Kapan ya Hari kartini?" - "OH My! bagaimana ini?" ( pikir saya dalam hati)
Upacara bendera tidak lagi ada hanya pada 17 Agustus saja- itu disebagian sekolah. Bagaimana mereka akan bisa menghargai bendera Indonesia dan yang paling penting nih memiliki sense of belonging - rasa kecintaan yang dalam, jika Upacara Bendera hanya setahun sekali?
Yang buat saya bangga adalah; pada saat saya berkendara di jalan raya, banyak sekali mobil dan motor yang menempelkan stiker bendera Indonesia atau menempelkan gantungan bendera Indonesia pada mobil2 mereka. Tidak mengerti sejarah? nggak pa pa yang penting sense of belonging itu ada, baik lagi kalo ditunjukan. Salut buat mereka
Pernah saya bilang begini "WIh keren dimana ya mereka beli bendera mini Indonesia? ( bendera yg bisa buat hiasan - saya belum menemukan sampe sekarang)" terus kommentar seseorang "Ih masak dikasih bendera" entah serius atau nggak saya cuma tersenyum simpul dan mengomtari dengan bercanda.
Perjuangan arek2 Suroboyo memperjuangan kemerdekaan Indonesia. Ayo deh tundukan kepala barang semenit aja- doain mereka yang udah kasih kita segala fasilitas ini. kalaupun Anda di luar negeri dan menikmati fasilitas luar negeri yang mungkin 100 persen lebih baik dari kita, setidaknya Anda pernah tinggal di Indonesia,dan setidaknya "sense of belonging" itu masih ada, so nggak ada salahnya kan barang semenit aja doain buat para pahlawan kita tanggal 10 November jam 10 pagi waktu Indonesia, okay? thanks ya "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya." ( Bung Karno, kalo nggak salah ya) Lu2Ar MERDEKA !!
Have you ever watched shadow puppet? ( wayang kulit) rod puppets ? ( wayang Golek) or wayang wong (wayang performed by human being)? What do you think? boring? interesting?old-fashioned? or how?.
Wayang kulit performances are usually accompanied by gamelan, a set of Javanese instruments. The puppets used in wayang kulit themselves are played by a person called "dalang". This "dalang" plays important role in the show. When "dalang" begins to perform the show, he has already arranged the puppets based on the stories drawn from the Ramayana and Mahabharata, so that the "dalang" does not need to bother himself choosing which puppet(s) come next on the cotton screen cast in oil lamp * note : nowadays, they do not use oil lamps for the lights, yet they use more modern colored lights and other innovations.* The way "dalang" tells stories in Wayang kulit is actually not that serious nowadays, I happened to watch the show on TV even only a little bit, yet the show was funny sometimes. If the story tells about fighting between two characters, the "dalang" does some acrobatic things to the puppet(s) telling the audiences that the puppets were fighting.
Sometimes ago, I watched a show on TV, and it was about an Australian man who decided to become "dalang" and changed the name become "Ki Gaura Mancacaritadipura.". He has lived in Indonesia for 30 years, and has held an Indonesian citizenship for more than 30 years. Ki Gaura has performed Wayang Kulit shows many times. Having colaborated with Ki Manteb Sudharsono, a senior "dalang" of wayang kulit in Indonesia, Ki Gaura now becomes one of the most "dalang"s of wayang kulit in Indonesia. "note; "Ki" is the term used for "dalang" wayang kulit who has been perfoming wayang kulit for some times and has ever performed a 24-hour-non-stop show of Wayang Kulit. ( pertunjukan wayang semalam suntuk)". As it has been mentioned above, Javanese Gamelan accompanies the show of wayang kulit, and in the show there are also numbers of women singers called "sinden" who dress up in Javanese attire. Again, we should be proud and perhaps learn to be like Elizabeth Karen Sekararum, a woman born in the USA and now has been one of the most famous sinden. She speaks perfect Javanese and her Javanese accent is totally clear. Colaborating with Ki Gaura, Elizabeth Karen Sekararum has done many performances. " It is the sitting of "sila" that I like the most when becoming Sinden." she says.
In the show I watched, there was also the most famous person ( I am not sure how he is called in East Java). He is originally from West Java, where Wayang Golek - Rod puppets is a popular puppetry show. Asep Sunandar Sunarya has performed many rod puppets show. Rod puppets and Shadow puppets are easy to differentiate. I ever watched his performance and his performances are always funny. What happens if both rod puppets and shadow puppets perform together?? It becomes such a hillarious show ( to those who understand either Sundanese or Javanese or both of the tribal languages.) Of course, the colaboration does not exist in a real life which means that there has never been a real show of puppet that combines between two different kinds of puppets. This only is possible to happen in a talk show!.
Note for my Indonesian friends;
mereka saja mau lho bela-belain jadi dalang dan sinden.Melestarikan budaya kita, terkadang banyak dari kita yang lupa dan tidak tahu budaya sendiri. Nggak harus jadi sinden dan dalang sih, saya juga nggak bisa kalo jadi sinden, tapi yang penting setidaknya kita tahu tentang,misalnya wayang, kalau misal Anda dari Jawa (Barat, Timur, Tengah) Kalau dari daerah lain gimana? nggak ada wayang kan? jangan2 ada cuma kita yang di Jawa aja nggak tahu? hayo? ya monggo diperkenalkan budayanya ya, yok silahkan introduce your tribes!! supaya yang lain kita semua bisa saling belajar. Ayo Rek!!!
17 Agustus tahun 45... dulu sekali... belum ada internet, tv berwarna, yang ada tombak, dan ya tahu sendirlah. Saya sedih lihat gerakan separatis muncul lagi...dari dulu sampe sekarang dan selamanya NKRI akan tetap jadi NKRI.. nggak pisah2. Ayo sebarkan semangat kemerdekaan, dimanapun Anda berada. Kibarkan sang dwi warna dirumah masing2 kalau yg tinggal diluar kibarkan didalam rumah aja hehe... yang penting ada nuansa merah putih. MERDEKA!! Dirgahayu ke 62 NKRI
Kupertahankan kau demi kehormatan bangsa Kupertahankan engkau demi tumpah darah dan para pahlawanku Merah putih teruslah kau berkibar Diujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini Merah putih teruslah kau berkibar Ku akan selalu menjagamu
Saudara sebangsa setanah air, and all my friends,..
Dalam rangka menyambut HUT ke 62 Republik Indonesia, saya ingin mengadakan sedikit polling yang berkenaan dengan Indonesia. Tenang aja, ini bukan tentang sejarah ( yang sekarang kadang beberapa di pertanyakan) tetapi saya ingin kembali mengajak saudara-saudara, teman-teman sekalian untuk mengingat kembali kala dulu ketika kecil atau mungkin sekarang masih?? anyway, pokoknya yang penting ikutan lomba, dan mengikuti lomba-lomba menyambut HUT RI. Kalau ada yang pernah menang.. share juga, gimana perasaannya, kenapa ikutan. Disebelah ada polling, tolong diisi juga ya, makasih banget, Jayalah Indonesia. O, ya untuk polling diisi yang puuaaaling pas dihati. Kalau ttidak ada di daftar kasih tahu juga...
Kalau Lulu suka ikutan lomba "kelereng" alasan karena paling gampang! tapi aneh jarang menang, pernah ding menang sekali di SD.. trus asyik aja lomba "kelereng" karena nggak harus berkotor2 ria, berkeringat2 ria, dan bersusah2 ria- santai!
For my friends who speak English, I will update this information at the end, so that you will at least know what we usually do here when celebrating our Independence Day.
Note : Klompen - bakiak.. yag pakai beramai2 trus harus jalan bareng
Tadi saya mengajar anak-anak SD - WE 3 ( Welcome English 3). Senengnya waktu mengajar anak-anak adalah mereka tuh bisa diajak ngobrol seperti teman. Biasa sebelum pelajaran dimulai, biasanya saya ada warming-up activity dulu; seperti tanya-tanya "How are you?", "Did you have breakfast today", "what did you have?" ya seperti itulah. Anak SD sekarang tuh beda banget sama jaman saya dulu. Bahasa Inggris mereka tuh ya udah "canggih" dan cepet tanggap. Tadi, saat warming-up activity saya tanya-tanya apa mereka ada upacar bendera setiap senin.. jawabannya bikin saya "pingsan" jawabannya "nggak ada" dari 8 murid 8 sekolah yang berbeda. hanya 2 saja yang ada upacara bendera setiap senin dan hebohnya lagi ada murid saya yang tidak hafal "Indonesia Raya" waaah saya sedih sekali, kok bisa gawat begitu ya, menurut saya sih gawat. Beberapa bulan yang lalu, saya juga punya murid private SMA kelas 3, dan sama juga, malah gawat nggak pernah ada upacara bendera. Sebenarnya apa pentingnya sih upacara bendera? udah berdiri lama..panas... keringatan... dll. Menurut saya sih, upacara bendera tuh penting biar kita nggak lupa, supaya kita berhenti terus-terusan "mencaci"negara sendiri; jeleknya negara kita ya dari kita, bagusnya ya dari kita. Hmm, udah deh ..cuma curhat..kageeet banget soalnya!. Asli!!
Ada beberapa yang akan saya upoad, dua lagu ini adalah lagu perjuangan yang asyik untuk didengar. Lagu yg saya download dari mbak Lia di USA. Lagu Rangkaian Melati dan Dibawah Sinar Bulan Purnama adalah favorite saya dari dulu, dan baru sekarang saya dapet dari kontak saya.
I just got done teaching! I have some times to post some pictures and news. Later, I will teach again. SELAMAT HARI KARTINI UNTUK SEMUA WANITA INDONESIA yang merasa ada jiwa Kartini... Kartini hampir terlupakan.. ada salah seorang murid saya kelas 2 SMA yang bahkan lupa kapan hari kartini, waduh2 NAK... belajar apa disekolah sampe lupa Kartini. Tadi pagi, sekitar jam 7 anak-anak TK ditempat saya mengajar merayakan Kartini. Anak-anak lucu sekali!! Lu2Ar
Sebenarnya mau cari buku kumpulan surat2 Kartini... atau buku "Habis Gelap Terbitlah Terang" cuma sampe sekarang belum ketemu, ada juga dari Pramodya Ananta Toer - Panggil Aku Kartini ( kalau nggak salah begitu judulnya)
Banyak orang yang sudah luntur nasionalismenya! Ayo kita tingkatkan nasionalisme kita di Hari Pahlawan, dan majulah bangsaku "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya."